Blogger news

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Watumotaha Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara

Sabtu, 23 Mei 2026

Proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Watumotaha. Langkah Nyata Membangun Kemandirian Ekonomi Desa

Pemerintah Desa Watumotaha secara resmi memulai Proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada Sabtu, 8 April 2026. Dimulainya proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan usaha yang berbasis kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian masyarakat.

Proyek KDMP dirancang sebagai wadah ekonomi produktif desa yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi warga, baik dalam hal peningkatan pendapatan, penguatan usaha lokal, maupun perluasan kesempatan kerja di tingkat desa.

Dimulainya proyek KDMP menegaskan komitmen Pemerintah Desa Watumotaha dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat desa agar mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan profesional.

Melalui koperasi ini, desa berupaya menciptakan sistem ekonomi yang sehat, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Watumotaha dimulai pada pembangunan tahap kedua dan merupakan salah satu KDMP yang pembangunannya sangat cepat di Kab. Kolaka Utara menurut Ketua Koperasi KDMP Desa Watumotaha Wahyudi. A, SAP . Proyek KDMP ini dilakukan pembangunannya mulai pagi hingga sore hari bahkan di lakukan lembur malam agar bisa cepat penyelesaiannya, dan rampung sesuai jadwal yang berikan oleh Agrinas selaku pengelola penuh sekaligus pelaksana pembangunan fasilitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) supaya dapat digunakan secepatnya dan menjadi langkah awal yang penuh harapan dalam mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi. Tegasnya

Dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, proyek ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Desa Watumotaha.

Rabu, 20 Mei 2026

STRUKTUR REDAKSI

SUSUNAN REDAKSI

PENA1NGGUNG JAWAB     : SYAMSUL BAHRI, SE

PEMIMPIN REDAKSI        : HABIBI

EDITOR                                : 1.    

                                                 2.         

BIRO                                    : 1. MUH. ASDAR 

                                                2. H. JUSTANG

                                                3. RUDY

                                                4. 

                                                5. YULIS

                                                6.  

 

Pentingnya Pelayanan Posyandu untuk mencegah Stunting

 

Pelaksanaan Posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan untuk Program Pencegahan Stunting di Desa Watumotaha Kec. Ngapa Kab. Kolaka Utara.



Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi ketika anak mengalami pertumbuhan yang terhambat, baik dari segi tinggi badan maupun perkembangan fisik dan kognitif. Masalah ini sering terjadi pada anak usia di bawah dua tahun (balita) dan dapat berdampak jangka panjang pada kualitas hidup anak. Salah satu cara untuk menanggulangi stunting adalah melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang merupakan wadah bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan lansia, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pemberian makanan tambahan yang bergizi. Di Desa Watumotaha, Posyandu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting melalui kegiatan rutin yang melibatkan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil.

  1. Tantangan dalam Pelaksanaan Posyandu di Desa
Meski Posyandu memiliki banyak manfaat, namun pelaksanaannya di desa juga tidak tanpa tantangan. Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM): Kekurangan kader kesehatan terlatih yang dapat melaksanakan tugas dengan baik menjadi hambatan dalam pelaksanaan Posyandu.
  • Keterbatasan Sarana dan Prasarana: Beberapa unit posyandu di desa Watumotaha masih menggunakan fasilitas Kantor Desa untuk pelaksanaan kegiatan Posyandu.
  • Sosialisasi yang Belum Optimal: Masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kegiatan Posyandu, sehingga partisipasi mereka dalam kegiatan ini masih rendah.
  • Sumber Dana yang Terbatas: Posyandu sangat bergantung pada dana desa atau bantuan lainnya. Oleh karena itu, keterbatasan anggaran seringkali menghambat kelancaran pelaksanaan kegiatan.
  1. Upaya untuk Mengoptimalkan Posyandu di Desa

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan upaya dari berbagai pihak, antara lain:

  • Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan: Melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan, kader kesehatan diharapkan dapat lebih kompeten dalam melaksanakan tugasnya.
  • Peningkatan Sarana dan Prasarana: Pemerintah desa yang perlu dukungan pemerintah daerah perlu memastikan bahwa fasilitas yang digunakan untuk kegiatan Posyandu memadai dan nyaman bagi masyarakat.
  • Peningkatan Sosialisasi dan Edukasi: Pemerintah dan kader kesehatan perlu lebih intensif dalam mengedukasi masyarakat tentang manfaat Posyandu dan pentingnya partisipasi dalam kegiatan tersebut.
  • Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan teknologi untuk mendata kegiatan Posyandu dan memantau kesehatan warga desa secara lebih efisien bisa menjadi langkah yang efektif.

Seperti yang dilakukan pada Pemerintah Desa Watumotaha dengan melaksanakan 

pemeriksaan kepada ibu ibu dan Balita. 



Selasa, 19 Mei 2026

1




 

Pemeringkatan BUMDES

Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui kegiatan pemeringkatan BUMDes. Kegiatan ini diikuti oleh empat BUMDes yaitu BUMDes Desa Beringin, BUMDes Desa Padaelo, BUMDes Desa Koreiha, dan BUMDes Desa Tadaumera.

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kinerja, tata kelola, serta inovasi usaha yang dikembangkan oleh masing-masing BUMDes sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Pemeringkatan ini juga menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi pengelola BUMDes untuk terus meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha.



Dalam pelaksanaan kegiatan ada beberapa aspek yang dinilai meliputi:

Kelembagaan dan Tata Kelola

Kinerja Usaha dan Profitabilitas

Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes)

Inovasi dan Pengembangan Usaha

Dampak Sosial bagi Masyarakat

Koordinator Tenaga Pendampingan Profesional Kecamatan Ngapa (Junaidi, SE) dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan pemeringkatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum pembelajaran bersama. Ia menegaskan bahwa BUMDes harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang adaptif terhadap perubahan zaman.


Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu:


Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes

Mendorong inovasi usaha berbasis potensi lokal

Memperkuat kolaborasi antar desa

Menjadi dasar pembinaan dan pendampingan ke depan

Hasil pemeringkatan akan menjadi acuan bagi pemerintah kecamatan dan kabupaten dalam memberikan pembinaan serta dukungan lanjutan, termasuk akses permodalan, pelatihan manajemen, dan pengembangan jaringan usaha.


Kesimpulan


Pemeringkatan BUMDes Kecamatan Ngapa merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran ekonomi desa secara berkelanjutan. Dengan adanya evaluasi menyeluruh dan kompetisi yang sehat, diharapkan BUMDes di Desa Beringin, Padaelo, Koreiha, dan Tadaumera mampu terus berkembang, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Jumat, 15 Mei 2026

Semangat Kebersamaan Warga Dusun 3 Tinende Bangun Jalan lewat Swadaya dan Gotong Royong

 

Semangat gotong royong kembali terlihat nyata di Desa Watumotaha melalui kegiatan perbaikan jalan yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh warga Dusun 3 Tinende, Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan warga dalam beraktivitas sehari-hari.

Jalan yang diperbaiki merupakan akses utama warga menuju kebun, rumah-rumah penduduk, serta fasilitas umum lainnya. Sebagian ruas jalan mengalami kerusakan akibat genangan air dan kurangnya perawatan, sehingga menjadi berlubang dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun. Dengan membawa alat seadanya seperti cangkul, sekop, serta material seperti pasir, semen dan batu, warga bersama turun langsung ke lapangan. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan penuh semangat. Suasana penuh kekompakan dan kebersamaan terasa kental, diiringi canda tawa dan saling bantu antara warga. Menurut Kepala Dusun 3 Tinende Rudi Saputra bahwa inisiatif swadaya masyarakat yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa seperti pembelian semen 450 zak,  dan Warga secara sukarela menyumbang tenaga untuk pengecoran, penimbunan lubang dan perataan jalan agar akses mobilitas menjadi lancar dan aman. Ungkapnya

Tak hanya sekadar memperbaiki jalan, gotong royong ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan penguat hubungan antara masyarakat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap akses jalan yang rusak, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas umum secara berkala agar perekonomian berjalan lancar demi kepentingan Bersama.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost